travel alhijaz, paket umroh murah 2017, umroh desember 2017, paket umroh januari 2017, paket umroh februari 2017, paket umroh maret 2017, daftar haji plus, jadwal keberangkatan umroh, kontak travel alhijaz, alamat kantor travel alhijaz, lokasi kantor travel alhijaz, travel alhijaz indowisata| travel umroh haji plus di jakarta utara, jakarta timur, jakarta barat, jakarta selatan, biaya promo paket umroh murah bulan desember 2016-2017 flight by Saudi Airlines | Travel Umroh Alhijaz Indowisata direct madinah

Spesial PROMO UMROH 2017 | Travel Umroh AlHijaz Indowisata Jakarta Timur | Harga Paket Umroh Murah Promo 2017 Peran Pendidikan Islam Sangat PentingPromo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017 Peran Pendidikan Islam Sangat PentingPromo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017

PAKET UMROH 2017-2018


>

Kamis, 09 Juli 2015

Besarnya Peranan Pendidikan Islam Di Dalam Kehidupan

Paket Umroh Promo Akhir Tahun 2015. Sebagai orang yg menganut ajaran agama Islam harusnya kita mengetahui sejauh mana pendidikan Islam ini sendiri. Gak sedikit orang yg membenarkan beragama Islam tapi pengetahuan terhadap pendidikan Islam sangat minim yg berakibat tindakan lalu tingkah lakunya tidak layak dianggap sebagai orang Islam.

Paket Umroh Promo Akhir Tahun 2015


Manusia mendapatkan kehormatan menjadi khalifah pada muka bumi agar mengolah alam beserta isinya. Sekedar dgn ilmu lalu iman sajalah tugas kekhalifahan bisa dilakukan menjadi keberkahan lalu manfaat bagi alam kemudian segala makhluk-Nya. Tanpa iman akal dapat berjalan sendirian sehingga akan muncul kerusakan pada muka bumi lalu itu dapat membahayakan manusia. Demikian pula sebaliknya iman tanpa didasari dengan ilmu maka akan gampang terpedaya lalu tidak memahami bagaimana mengurusnya jadi keberkahan lalu manfaat untuk alam lalu seisinya.

Sedemikian pentingnya ilmu, jadi tidak heran orang-orang yang berilmu meraih posisi yang tinggi baik di sisi Allah maupun manusia. (QS. Al Mujadilah (58) : 11)

Sampai syaithan kewalahan kepada orang muslim yang berilmu, oleh karena melalui ilmunya, ia tidak gampang terpedaya dari tipu muslihat syaithan.

Paket Umroh Promo Murah 2015 di Jakarta

Muadz bin Jabal ra. berkata: “Andaikata orang yang berakal ini memiliki dosa di dalam pagi lalu sore hari sebanyak bilangan pasir, maka hasilnya dia cenderung masih dapat selamat dari dosa ini akan tetapi sebaliknya, andaikata orang bodoh ini memiliki kebaikan lalu kebajikan di dalam pagi lalu sore hari sebanyak bilangan pasir, jadi hasilnya ia cenderung tidak dapat mempertahankannya sekalipun sebatas seberat biji sawi.”

Ada yang menanya, “Bagaimana kondisi ini bisa berlaku?” Ia menjawab, “Sebenarnya bila orang berakal ini tergelincir, jadi ia lekas menyadarinya dengan cara bertaubat, lalu menggunakan akal yg dianugerahkan kepadanya. Tetapi orang bodoh ini ibarat orang yang membangun lalu langsung merobohkannya sebab kebodohannya ia kelewat gampang melancarkan apa yang dapat merusak amal shalihnya.”

Kebodohan termasuk salah satu faktor yg menghalangi masuknya cahaya Islam. Oleh karena itu, manusia butuh terapi agar menjadi makhluk yang mulia lalu dimuliakan oleh Allah SWT. Kemuliaan manusia ada di dalam akal yang dianugerahi Allah. Nalar tersebut dimanfaatkan guna membimbing dirinya sehingga punya ilmu guna memahami penciptanya lalu beribadah kepada-Nya dengan betul. Itulah sebabnya Rasulullah SAW memanfaatkan metode pendidikan agar mengoreksi manusia, sebab melalui pendidikanlah manusia punya ilmu yang betul. Dgn demikian, ia terlepas dalam ketergelinciran di maksiat, kelemahan, kemiskinan lalu terpecah belah.

Pentingnya Pendidikan Islam

Pendidikan termasuk kata kunci tuk seluruh manusia agar ia memperoleh ilmu. Hanya dengan pendidikanlah ilmu hendak dicapai lalu diserap dengan apik. Tak heran bila kini pemerintah mewajibkan system belajar 9 tahun untuk masyarakat menjadi pandai lalu beradab. Pendidikan pun termasuk metode pendekatan yg serasi oleh fitrah manusia yang mempunyai fase tahapan dalam pertumbuhan.

Pendidikan Islam punya 3 (tiga) tahapan pekerjaan, diantaranya: tilawah (membacakan ayat Allah), tazkiyah (mensucikan jiwa) lalu ta’limul kitab wa sunnah (mengajarkan al kitab serta al hikmah). Pendidikan bisa merubah rakyat jahiliyah menjadi umat terunggul disebabkan pendidikan memiliki kelebihan. Pendidikan memiliki ciri pembentukan pemahaman Islam yang lengkap lalu menyeluruh, pemeliharaan berkaitan yang sudah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yg diperolehnya lalu agar selalu di dalam rel syariah. Hasil dalam pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang nyaman, akal yang cerdas lalu fisik yang kuat dan melimpah beramal.

Pendidikan Islam berpadu dalam pendidikan ruhiyah, fikriyah (pemahaman/pemikiran) lalu amaliyah (aktivitas). Nilai Islam ditanamkan dalam individu memerlukan tahpan-tahapan berikutnya dikembangkan untuk pemberdayaan pada semua sektor kehidupan manusia. Nilai yang dikembangkan kemudian diarahkan untuk pengaktualan potensi melalui memasuki bermacam bidang kehidupan. (QS. Ali Imran (3) : 103)

Pendidikan yg diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber pada Al Qur’an yang merupakan rujukan setelah itu pendekatan agar dengan tarbiyah hendak membentuk rakyat yang tahu setelah itu menjadikan Allah sebagai Ilah saja. 

Kehidupan mereka bakal selamat pada dunia setelah itu akhirat. Hasil ilmu yg diperolehnya termasuk kenikmatan yang besar, yaitu berupa wawasan, harga diri, kekuatan lalu persatuan. 

Tujuan utama pada pendidikan Islam adalah untuk manusia punya gambaran terhadap Islam yang terang, komplet lalu menyeluruh.  

Interaksi di dalam diri tersebut memberi pengaruh untuk penampilan, sikap, tingkah laku lalu amalnya sehingga mendapatkan akhlaq yang benar. Akhlaq tersebut mesti lalu harus dilatih menggunakan latihan membaca lalu mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shoum (puasa) sunnah, berhubungan untuk keluarga lalu rakyat. Semakin sering ia melancarkan latihan, jadi kian lama kian tinggi amalnya setelah itu kian ringan ia menjalankan kebajikan. Selain itu latihan akan menghantarkan dirinya punya kebiasaan yg hasilnya menjadi gaya hidup sehari-hari.

Kesinambungan pada Pendidikan Islam
Pendidikan Islam pada bahasa Arab disebut tarbiyah Islamiyah termasuk hak lalu tugas pada seluruh insan yang pingin menyelamatkan dirinya pada dunia lalu akhirat. Sesuai dgn sabda Rasulullah SAW: “Tuntutlah ilmu dalam buaian hingga penghujung hayat.” Jadi menuntut ilmu guna mengarahkan diri memahami Islam tidak ada istilah berhenti, kian banyak ilmu yang kita dapat jadi kita bertanggung jawab agar meneruskan untuk orang yang lain agar menghasilkan kenikmatan berilmu, disinilah posisi kesinambungan.

Selain termasuk keharusan, perkerjaan dididik lalu mendidik termasuk suatu pekerjaan agar bisa punya ma’dzirah (alasan) agar berlepas diri bila kelak diminta pertanggungjawaban pada sisi Allah SWT yaitu sudah diterapkan pekerjaan maximum supaya mengoreksi diri serta mengundang orang yang lain di dalam kebenaran seperti manhaj yg diajarkan Rasulullah SAW.
Travel Umroh Dian Cahaya
Supaya menghasilkan Pendidikan Islam yang berkesinambungan jadi diperlukan beberapa sarana, baik yang menuntun ataupun yang dididik, seperti:

1. Istiqomah
Setiap kita diharuskan istiqomah tetap belajar selanjutnya menggali ilmu Allah, tak ada istilah tua pada belajar, QS. Hud (11) : 112, QS. Al Kahfi (18) : 28

2. Disiplin pada tanggung jawab
Dalam belajar tentu saja kita membutuhkan durasi untuk pekerjaan ini. Kira-kira salah satu dari kita tidak muncul, lalu bisa mengusik proses belajar. Bilamana kita sering bolos sekolah, apa kita bakal menghasilkan ilmu yang maksimum. Kita maka akan tertinggal oleh sahabat-sahabat kita, demikian pula oleh guru, jika ia sering membolos tentu anak didiknya tidak akan maju sebab pelajaran tidak bertambah.

3. Menyuruh melakukan peran pada pendidikan
Setiap kita dituntut agar memerankan diri selaku seorang guru untuk saat-saat khusus, memerankan fungsi mengayomi, Paket Umroh Promo Akhir Tahun 2015 saat yang lain berperan seperti kawan. Demikiannya seluruh peran dimanfaatkan agar memaksimalkan aktivitas pendidikan.

0 komentar:

Posting Komentar